Blog Archives

Memilih Absensi Fingerprint Terbaik

mesin absensiBanyak produk Absensi Fingerprint yang tidak jelas atau black market. Ada yang murah juga murahan ada yang mahal belum tentu kualitas. Dalam investasi membeli Absensi Fingerprint kita harus lebih jeli. Mulai pelayanan sampai after sales service, jangan terpancing harga, bonus, diskon atau cash back jika after sales servicenya payah. Bisa saja investasi salah mesin hanya menjadi onggokan sampah tak terpakai. Untuk itu team kupas tuntas Absensi Fingerprint sedikit memberi tips untuk memilih absensi terbaik kebutuhan anda.

1. Pastikan Keaslian
Sebelum membeli pastikan pada unit Mesin Absensi Fingerprint sensor jelas merknya apakah benar Fingerspot. Periksa kembali segel hologram Asli dari Fingerspot. Kartu garansi lengkap dengan informasi jenis dan tipe barang serta no seri produk dan alamat service centernya. Produk Absensi Fingerprint yang bagus biasanya menyediakan menu registrasi alat dengan menggunakan nomor seri, jenis type dan beberapa hal penting. Register biasanya untuk menunjang Purna jual atau After salesnya. Dari Kualitas hardware Absensi Fingerprint, sensor yang bagus adalah memiliki kualitas hardware dengan standar International yang telah memenuhi FCC standard (USA) dan CE standard (Europe).Biasanya terdapat di balik cassing Absensi Fingerprint. Kemudian Buku Manual penting untuk mempermudah penggunaan.

2. After Sales
Layanan Purna Jual Pastikan Absensi Fingerprint yang ingin anda beli terdapat merek yang jelas dan bergaransi. Semakin masa garansi tinggi produk tersebut semakin lama jaminan masa penggunaannya. Jika perlu anda tanyakan refrensi perusahaan yang sudah memakai merek Absensi Fingerprint yang akan anda beli.

Service, carilah produk Absensi Fingerprint yang banyak terdapat Service centernya guna mempermudah anda dalam mendapatkan layanan. Jadi kita tidak perlu repot mengirim alat kita saat rusak ke Jakarta atau Pusat yang akan memakan waktu berlebih. Perlu di perhitungkan juga support teknis untuk produk Absensi Fingerprintnya. Fingerspot merupakan produk absensi yang mempunyai banyak dealer dan showroom serice center di Indonesia.

Pastikan after salesnya, jangan-jangan setelah kita beli ditinggal begitu saja. Dalam penjualan absensi beberapa distributor sidik jari biasanya di sediakan training alat absensi ada yang berbayar ada yang Free. Ada juga yang menawarkan berbagai bonus menarik. Tergantung pada distributornya.

3.Tipe Absensi dan Kapasitas
Absensi Fingerprint apa yang anda butuhkan tipe stand alone atau online menggunakan komputer. Untuk beberapa perusahaan/pabrik yang karyawan sampai ratusan bahkan ribuan kita sarankan menggunakan stand alone Absensi Fingerprint. Sedang beberapa kantor yang karyawanya kurang dari 50 orang bisa menggunakan type online tetapi stand alone juga bisa.

4. Sistem Kerja
Beberapa absensi mempunyai spesifikasi jam kerja sendiri-sendiri. Ada absensi yang bisa sift tetapi ada juga yang khusus non sift. Apabila sift tanyakan juga bagaimana jika melewati malam sampai detail sistem jam kerja perusahaan anda.

5. Budget Pembelian Absensi
Sebelum membeli lihat dulu budget pembelian absensi anda. Harga Absensi bermacam-macam. Mulai dari 1jutaan bahkan sampai puluhan juta tergantung fiturnya.

Advertisements

Absensi Menggunakan Mesin Sidik Jari VS RFID Pada Perusahaan Manufaktur

Pertama kali yang kami pikir sangat ideal untuk absensi adalah menggunakan sistem sidik jari, karena dengan sidik jari, karyawan tidak akan bisa ‘titip absen’. Memang ini  adalah salah satu keunggulan dari absensi sidik jari. Tapi.. dibalik keunggulan ini, ternyata terdapat beberapa kelemahan.

Satu kata untuk mengimplementasikan sistem Absensi menggunakan Mesin Sidik Jari pada perusahaan Manufaktur (bukan pada perusahaan tipe kantor), adalah: Sulit!

Kenapa?

Ada 3 alasan utama masalah yang dihadapi ketika mengimplementasikan sistem sidik jari pada perusahaan Manufaktur:

  1. Masalah kebersihan jari
  2. Masalah Gender (jenis kelamin)
  3. Waktu yang dibutuhkan untuk membaca sidik jari

Pada saat merekam jari karyawan, jari harus benar-benar dalam keadaan bersih. Kalau tidak bersih, maka sidik jari akan sulit terekam. Pengalaman kami, proses perekaman jari karyawan saja ternyata cukup sulit! Untuk proses perekaman, 1 jari harus dibaca 2x untuk verifikasi, jadi untuk 2 jari dibutuhkan 2×2=4x proses perekaman. Dalam proses pembacaan dan verifikasi, sistem seringkali gagal, sehingga harus diulang dari awal lagi. 1 karyawan bisa membutuhkan waktu 3 sampai 5 menit. Bayangkan jika harus merekam 2000 karyawan! 3×2000 menit = 6000 menit = 100 jam / 8 jam = 12.5 hari kerja!

Masalah Gender (Jenis Kelamin), juga ternyata bikin masalah juga! Aneh ya? Tapi begitulah yang kami temukan di lapangan. Ternyata perempuan lebih sulit dibaca sidik jarinya dibandingkan laki-laki. Alasan yang kami pikir cukup masuk akal, adalah karena jari perempuan lebih kecil dan lebih halus tekstur sidik jarinya, sehingga setting cahaya (contrast) harus dikurangi. Alasan lainnya adalah: dalam pekerjaannya sehari-hari, ternyata sidik jari para perempuan banyak yang cacat sehingga tidak bisa dibaca oleh mesin sidik jari.

Masalah yang ketiga adalah: Waktu yang dibutuhkan untuk membaca sidik jari. Masalah ini sangat terkait dengan point 1 dan 2. Pada saat perekaman sidik jari, jari karyawan harus dalam keadaan benar-benar bersih. Pada kenyataannya, sewaktu karyawan masuk / pulang, tangannya sudah dalam keadaan kotor; belum lagi karyawan perempuan, walaupun tangannya dalam keadaan lebih bersih, tetap saja gagal absen. Jika sudah gagal, karyawan akan berusaha mengulang kembali, karena jika tidak, mereka dianggap tidak masuk kerja. Untuk 1x baca yang normal, dibutuhkan waktu sekitar 5 detik. Dan jika gagal, maka dibutuhkan waktu sekitar 13 detik. Untuk skala perusahaan Manufaktur, waktu absen 13 detik tidak bisa ditolelir, karena antrean akan menjadi sangat panjang! Dampaknya juga bisa sangat panjang: terjadi dorong-mendorong dalam antrian, karyawan jadi malas absen, demo, bahkan terjadi pengrusakan pada mesin.

Setelah ujicoba selama 2 minggu (3 shift), kami temukan bahwa keberhasilan Absensi menggukan sidik jari hanya 30%. Jelas hasil ini tidak bisa diterima oleh perusahaan.

Pertanyaan: Bagaimana dengan mesin absen Telapak Tangan? Kami juga sudah mencobanya. Hasilnya scannernya memang lebih baik dbanding sidik jari, tapi sayangnya, waktu pembacaan lebih lama, sekitar 7 detik dalam keadaan normal. Lagipula, harganya lebih mahal.. hmm..