Blog Archives

Mesin Absensi Wajah Yang Asli

Mesin Absensi Wajah adalah mesin yang digunakan untuk merekam kehadiran pegawai (absensi pegawai). Mesin ini menggunakan teknologi yang tercanggih saat ini yaitu teknologi identifikasi wajah. Seperti halnyadilakukan para peneliti dari negara lain, kami melakukan riset teknologi ini selama bertahun-tahun. Namun Indonesia harus berbangga bahwa hanya dalam waktu tiga tahun, anak bangsa telah berhasil menciptakan Mesin berteknologi tinggi ini, karena sampai saat ini negara–negara seperti Jepang, Jerman, USA, dll yang kita tahu mempunyai dan menguasai teknologi tinggi masih melakukan riset dan belum berhasil menciptakannya. Kemampuan Mesin dalam mendeteksi wajah seseorang sudah mencapai 99,7 % akurat. Pegawai hanya perlu mendekatkan wajahnya ke kamera yang tersedia, dan dalam hitungan detik (rata-rata 3 hingga 4detik) mesin ini akan menampilkan data dan foto pegawai sehingga pegawai dapat memastikan kehadirannya telah masuk ke basisdata sistem. Demi kebutuhan customer,kami juga menyiapkan program payroll dan program manajemen absensi yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan. Selain itu, kami juga menyiapkan semua Instalasinya baik secara hardware maupun software. Dalam proses penjualannya nanti, customer akan kami berikan training pemakaian selama 1 hari penuh dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Demi kenyamanan customer, kami juga memberikan garansi penuh selama 1 (satu) tahun.

Software yang disertakan dalam Mesin Absensi Wajah

FacePresence

Sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk merekam kehadiran para pegawai dengan menggunakan teknologi identifikasi wajah. Aplikasi ini tidak menggunakan sidik jari (fingerprint) sebagai bahan pencocokan, melainkan gambar wajah si pegawai yang terekam dalam kamera. Dengan menggunakan aplikasi ini,maka proses absensi pegawai akan menjadi lebih cepat, akurat dan tidak bisa menitip absen. Sebelum FacePresence dapat dioperasikan, wajah para pegawai harus terlebih dahulu didaftarkan melalui FaceGalery

FacePresence memiliki ketahanan terhadap:

Pemakaian kacamata maupun tidak ; FacePresence tetap dapat mengidentifikasi dengan baik walaupun seseorang menggunakan kacamata maupun tidak.
Foto pegawai yang dihadapkan ke kamera ; FacePresence tidak dapat mengidentifikasi seseorang hanya dengan menggunakan foto dirinya yang dihadapkan ke kamera.
Perubahan detil wajah ; FacePresence tetap dapat mengidentifikasi wajah apabila terjadi perubahan detil wajah seperti kumis dan jenggot yang tidak terlalu ekstrim. Apabila perubahan tersebut terlalu ekstrim dan tidak sulit diidentifikasi sistem, maka wajah pegawai tersebut harus dicapture ulang dengan FaceGallery.

FaceGalery

Sebuah perangkat lunak untuk menyimpan basisdata wajah dalam berbagai pose.Perangkat lunak ini diintegrasikan dengan server database sedemikian hingga dapat melayani client-server dan layanan multi-threading. Fitur lain yang dimiliki FaceGallery adalah dapat menampilkan laporan kehadiran pegawai baik rekapitulasi maupun secara mendetail.

Rekapitulasi laporan kehadiran pegawai ; Menampilkan laporan kehadiran pegawai dalam satu bulan gaji (disesu-aikan dengan tanggal gajian perusahaan). Laporan yang ditampilkan adalah nomor, nama, total hari kerja, dan total lembur pegawai.
Detail laporan kehadiran pegawai; Menampilkan detail laporan kehadiran seorang pegawai dalam bulan tertentu. Laporan yang ditampilkan adalah tanggal kehadiran, jam masuk, jam keluar, dan jam lembur.

Advertisements

INTERACTIVE Absensi Sidik Jari A-2000 Tahan Tanpa Listrik

Mesin absensi sidik jari yang dirancang secara khusus sehingga dapat bekerja secara Mobile karena telah di lengkapi internal litium baterai didalamnya dan USB Charger untuk dapat menerima power hanya dari kabel USB saja. Mesin ini tidak memerlukan installasi di dinding dan kabeling yang rumit, tinggal diletakan di meja saja, langsung dapat beroperasi. Mesin ini juga telah dilengkapi dengan kabel usb untuk koneksi ke Komputer.

Fitur-fitur software absensi sidik jari A-2000

• Manage Karyawan (Pengaturan karyawan)
• Manage Shift Kerja (Support Multi Shift untuk Pabrik)
• Perhitungan keterlambatan, pulang cepat, lembur, dan jumlah jam kerja.
• Fasilitas mencatat : sakit, ijin, dan cuti, serta koreksi transaksi absensi.
• Jangka laporan bisa harian, bulanan, laporan bentuk terperinci, dan rekapituliasi.
• Perhitungan Gaji dan Formulanya, serta dapat langsung mencetak Slip Gaji Karyawan.
• Fasilitas Customize Format Laporan, Export Data, dll.
• Tersedia juga Free SDK (Software Development Kit), manual dan contoh source code untuk pengembangan aplikasi lebih lanjut.
Kelebihan-kelebihan
• Internal Litium Baterai, mesin ini telah dilengkapi internal litium baterai, sehingga dapat beroperasi walaupun listrik mati.
• USB Charger, mesin ini mengunakan port USB untuk input arus listriknya, sehingga selain dari power listrik, mesin ini dapat juga menerima power input dari USB Port yang ada di PC, Laptop bahkan colokan power rokok di mobil.

Spesifikasi Kapasitas User 1.000 Karyawan Kapasitas Transaksi Log 30.000 Transaksi Jenis Komunikasi PC USB Cable Waktu respon <= 1 detik Jenis Matching 1:1 dan 1:N Ukuran 158x124x110 mm Fitur Standard Internal Litium Baterai, USB Charger. Standalone, Tidak memerlukan komputer Dilengkapi dengan LCD dan Speaker untuk identifikasi signal SUDAH INCLUDE SOFTWARE, Data Absensi dapat ditarik ke komputer, lalu mencetak berbagai macam laporan kehadiran, dan dapat juga digunakan untuk perhitungan laporan pengajian sesuai dengan perusahaan anda.

Absensi Menggunakan Mesin Sidik Jari VS RFID Pada Perusahaan Manufaktur

Pertama kali yang kami pikir sangat ideal untuk absensi adalah menggunakan sistem sidik jari, karena dengan sidik jari, karyawan tidak akan bisa ‘titip absen’. Memang ini  adalah salah satu keunggulan dari absensi sidik jari. Tapi.. dibalik keunggulan ini, ternyata terdapat beberapa kelemahan.

Satu kata untuk mengimplementasikan sistem Absensi menggunakan Mesin Sidik Jari pada perusahaan Manufaktur (bukan pada perusahaan tipe kantor), adalah: Sulit!

Kenapa?

Ada 3 alasan utama masalah yang dihadapi ketika mengimplementasikan sistem sidik jari pada perusahaan Manufaktur:

  1. Masalah kebersihan jari
  2. Masalah Gender (jenis kelamin)
  3. Waktu yang dibutuhkan untuk membaca sidik jari

Pada saat merekam jari karyawan, jari harus benar-benar dalam keadaan bersih. Kalau tidak bersih, maka sidik jari akan sulit terekam. Pengalaman kami, proses perekaman jari karyawan saja ternyata cukup sulit! Untuk proses perekaman, 1 jari harus dibaca 2x untuk verifikasi, jadi untuk 2 jari dibutuhkan 2×2=4x proses perekaman. Dalam proses pembacaan dan verifikasi, sistem seringkali gagal, sehingga harus diulang dari awal lagi. 1 karyawan bisa membutuhkan waktu 3 sampai 5 menit. Bayangkan jika harus merekam 2000 karyawan! 3×2000 menit = 6000 menit = 100 jam / 8 jam = 12.5 hari kerja!

Masalah Gender (Jenis Kelamin), juga ternyata bikin masalah juga! Aneh ya? Tapi begitulah yang kami temukan di lapangan. Ternyata perempuan lebih sulit dibaca sidik jarinya dibandingkan laki-laki. Alasan yang kami pikir cukup masuk akal, adalah karena jari perempuan lebih kecil dan lebih halus tekstur sidik jarinya, sehingga setting cahaya (contrast) harus dikurangi. Alasan lainnya adalah: dalam pekerjaannya sehari-hari, ternyata sidik jari para perempuan banyak yang cacat sehingga tidak bisa dibaca oleh mesin sidik jari.

Masalah yang ketiga adalah: Waktu yang dibutuhkan untuk membaca sidik jari. Masalah ini sangat terkait dengan point 1 dan 2. Pada saat perekaman sidik jari, jari karyawan harus dalam keadaan benar-benar bersih. Pada kenyataannya, sewaktu karyawan masuk / pulang, tangannya sudah dalam keadaan kotor; belum lagi karyawan perempuan, walaupun tangannya dalam keadaan lebih bersih, tetap saja gagal absen. Jika sudah gagal, karyawan akan berusaha mengulang kembali, karena jika tidak, mereka dianggap tidak masuk kerja. Untuk 1x baca yang normal, dibutuhkan waktu sekitar 5 detik. Dan jika gagal, maka dibutuhkan waktu sekitar 13 detik. Untuk skala perusahaan Manufaktur, waktu absen 13 detik tidak bisa ditolelir, karena antrean akan menjadi sangat panjang! Dampaknya juga bisa sangat panjang: terjadi dorong-mendorong dalam antrian, karyawan jadi malas absen, demo, bahkan terjadi pengrusakan pada mesin.

Setelah ujicoba selama 2 minggu (3 shift), kami temukan bahwa keberhasilan Absensi menggukan sidik jari hanya 30%. Jelas hasil ini tidak bisa diterima oleh perusahaan.

Pertanyaan: Bagaimana dengan mesin absen Telapak Tangan? Kami juga sudah mencobanya. Hasilnya scannernya memang lebih baik dbanding sidik jari, tapi sayangnya, waktu pembacaan lebih lama, sekitar 7 detik dalam keadaan normal. Lagipula, harganya lebih mahal.. hmm..

7 Masalah Mesin Absensi Dan Penanganannya

Setiap mesin absensi dengan sistem pemindai sidik jari memiliki kualitas yang bebeda-beda. Hal tersebut dikarenakan penggunaan jenis hardware yang berbeda antara mesin absensi yang satu dengan yang lainnya. Hardware yang sering digunakan dan telah dipercaya sebagai hardware terbaik untuk mesin absensitersebut yang telah memenuhi standarisasi international yang tidak lain adalah FCC standard USA dan CE standard Europe yang terdapat pada bagian belakang dari mesin absensi sidik jari ini.  Akan tetapi hardware sebaik apapun bila tidak dirawat dan dipergunakan sesuai dengan aturan pakainya, justru akan menimbulkan masalah dikemudian hari. Berikut beberapa permasalahan yang timbul dan cara penanganannya dari sebuah mesin absensi sidik jari:

1.    Terjadinya kelambatan pada saat mengindentifikasi objek.

Mesin absensi menjadi lambat pada saat menyecan sidik jari untuk disesuai dengan data base biasanya dikarenakan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu kondisi permukaan kaca optik yang kotor atau buram yang didalamnya terdapat sensor untuk menindai suatu objek terhalang oleh kotoran yang menempel pada kaca optik tersebut. Jadi seringlah untuk membersihkannya dengan selotip yang lembut sampai kaca tidak terlihat buram.

Jumlah data terlalu melebihi kapasitas memori hardisk yang tersedia dalam mesin absensi sidik jari yang merupakan faktor kedua terjadinya kelambatan pada saat menyecan suatu objek. Setiap mesin absensi mempunyai hardisk yang mempunyai batasan dalam penyimpanan data record sidik jari. Sehingga semakin banyak menyimpan data presensi semain lambatnya proses identifikasi yang dilakukan oleh mesin absensi sidik jari ini. Jadi anda harus menghapus data presensi yang sudah tidak diperlukan atau dengan menambah memori hardisk pada mesin absensi dengan tipe sistem yang berdiri sendiri. Begitu pula untuk absensi yang menggunakan sensor U.are.U 4000B/4500B harus menghapus data presensi secara berkala atau dengan mengkombinasikan absensi dengan PIN.

2.    Tidak dapat melakukan scan pada sidik jari.

Permasalahan ini sering dijumpai ketika lampu sensor tidak nyala dan biasanya keadaan permukaan sensor terjadi goresan sehingga lampu sensor tidak hidup secara normal. Cara untuk mengatasinya dengan melakukan pengecekan pada lampu serta permukaan sensor dan juga pengecekan terhadap data karyawan pada mesin absensi yang digunakan karena terkadang sering terjadi kasus kesalahan yang dilakukan oleh admin dalam menghapus data karyawan.

3.    Tidak adanya ruang kosong untuk menyimpan data baru.

Penuhnya memori penyimpanan pada mesin absensi sehingga tidak ada ruang kosong untuk menyimpan data baru bisa berkibat kerusakan memori hardisk pada mesin absensi. Kejadiannya kadang berupa, pesan suara dapat diterima tetapi data tidak tersimpan dalam memori. Untuk mengatasi hal tersebut harus mengcopy semua data terlebih dahulu dan kemudian lakukan penghapusan terhadap data presensi yang tersimpan.

4.    Jam dan Tanggal Tidak Sesuai.

Hal tersebut terjadi karena didalam mesin absensi ada sebuah batrey c-mos dan apabila batrey ini telah habis akan menyebabkan waktu dan tanggal berhenti dan tidak sinkron dengan waktu dan tanggal pada komputer. Yang harus anda lakukan dengan mengganti batrey terlebih dahulu dan sinkronkan waktu dan tanggal melalui software aplikasi mesin absensi pada komputer.

5.    Mesin Absensi Tidak Dapat Dikoneksikan Dengan Komputer

Mesin absensi menggunakan dua jenis sistem koneksi untuk kompatibel dengan sistem pada komputer, antara lain adalah Koneksi dengan USB Cable dan koneksi dengan memakai TCP/IP.  RS 232 pada koneksi dengan USB Cable tidak terkoneksi karena software dari driver kabel belum terinstal atau sudah rusak, solusinya dengan penginstallan ualng driver USB Cable dan restart komputer.

Sedangkan koneksi dengan memakai TCP/IP biasanya tidak dapat koneksi dengan komputer karena kabel jaringan lepas atau putus. Jadi anda harus mengecek kabel jaringan tersebut dengan teliti atau kadang ketidak sama jenis pengaturan pada IP mesin dan IP komputer sehingga komputer tidak dapat membaca IP dari mesin.

6.    Mesin Absensi Sering Nyala dan Hidup Kembali Dengan Sendirinya

Biasanya hal seperti ini terjadi karena suplay daya listrik ke mesin absensi kurang maksimal sehinga mesin seringkali melakukan restart. Hal tersebut dikarenakan adaptor dengan stop kontak listrik tidak terpasang dengan benar atau adanya kerusakan pada adaptor, jadi anda harus mengganti dengan adaptor yang baru.

7.     Mesin Absensi Hang Atau Macet.

Kasus ini terjadi karena penyimpanan data presensi pada mesin absensi yang overload, hardware sedang trouble atau adaptornya yang rusak dapat menyebabkan proses mesin absensi menjadi macet. Untuk menanganinya anda bisa menyalin semua data presensi ke komputer lain dan kemudian menghapusnya, setelah itu restart komputer dan pastikan lampu indikator adaptor masih menyala terang.

Apabila setiap permasalah diatas tetap tidak dapat anda tangani dengan solusi tersebut maka anda harus membawa mesin absensi anda ke tim teknisi ahlinya yang merupakan service centernya dari mesin absensi yang anda beli.

Mengenal Lebih Jauh Mesin Absensi Sidik Jari

Mesin Absensi Sidik Jari

Mesin Absensi Sidik Jari (Fingerprint Time Attendance System) merupakan perlengkapan kantor yang sudah jamak kita temukan saat ini. Mesin Absensi Sidik Jari adalah system identifikasi biometric yang awalnya lebih banyak digunakan untuk mengontrol hak akses ke ruang / area tertentu (Access Control System).

Absensi Sidik Jari akan menidentifikasi biometric dengan metoda diantaranya dengan Pengenalan Sidik Jari, Retina, Iris, Wajah, maupun Suara. Setiap metoda memiliki kelebihan dan kekurangan. Pengenalan Sidik Jari digunakan secara luas saat ini dikarenakan sistem ini cukup akurat mengidentifikasi seseorang, proses cepat dan sederhana, serta dapat diproduksi dengan harga relatif murah dibandingkan dengan metoda lainnya. Sistem identifikasi sidik jari yang baik umumnya dapat mengidentifikasi hingga 98% sidik jari manusia.

Dalam memilih sistem identifikasi sidik jari , salah satu komponen terpenting yang harus diperhatikan adalah Scanning Sensor yang digunakan untuk membaca profil sidik jari. Terdapat 2 jenis sensor yaitu Optical Sensor dan Silicon Sensor. Optical sensor secara umum memiliki kemampuan identifikasi lebih baik dan lebih tahan lama dibandingkan dengan silicon sensor. Akan tetapi Optical Sensor akan memiliki ukuran relatif lebih besar dibandingkan dengan Silicon Sensor

Disamping sensor, terdapat beberapa fitur yang perlu diperhatikan dalam memilih Mesin Absensi Sidik Jari seperti Capacity, Performance, Supported Protocol, Integration, Reporting Software dan Database System. Yang masing – masing akan dijelaskan berikut ini.

Hardware Capacity (Kapasitas) meliputi jumlah maximum user, jumlah maximum fingerprint template dan jumlah log buffer yang dapat disimpan. Maximum user adalah jumlah maksimum pengguna sistem ini, setiap user dapat mendaftarkan satu atau lebih sidik jarinya. Jumlah maximum sidik jari yang dapat disimpan ditentukan oleh maximum fingerprint template. Sedangkan jumlah log buffer akan menentukan jumlah maksimum transaksi yang dapat disimpan dalam mesin ini sebelum di-download ke dalam database.

Hardware Performance meliputi response time dalam melakukan identifikasi. Fingerprint Sistem yang baik dapat melakukan identifikasi kurang dari 1 detik.

Supported Protocol untuk mesin finger print akan menentukan kemampuan pengiriman data dari dan ke mesin. Pada umumnya mesin absensi sidik jari men-support satu atau lebih protocol berikut: RS232, RS485, TCP/IP, Wiegand.

Integration adalah kemampuan mesin absensi sidik jari untuk dapat diintegrasikan dengan sistem lain seperti dengan access control system. Secara umum terdapat 2 jenis mesin absensi sidik jari berdasarkan kemampuan integrasinya:

  • Mesin absensi Sidik Jari Stand Alone yang fungsinya hanya untuk absensi (time attendance recording) saja.
  • Mesin Absensi Sidik Jari + Access Control System yang memiliki fungsi absensi dan juga fungsi kontrol ke ruang / area tertentu.

Reporting Software juga merupakan unsur yang sangat penting untuk diperhatikan. Beberapa Mesin Fingerprint telah dilengkapi dengan software reporting yang cukup lengkap seperti laporan rekap harian dan bulanan. Software reporting ini dapat berupa aplikasi desktop yang dapat dijalankan pada local computer. Beberapa Mesin Absensi Sidik Jari ada pula yang dilengkapi Aplikasi Reporting Berbasis Web yang memungkinkan pengguna mengakses software lewat network local maupun internet.

Database System adalah backend system yang menyimpan seluruh data pengguna dan juga log transaksi. Database system yang baik dapat memberikan performa yang prima seiring dengan bertambahnya data pengguna. Mesin Absensi Sidik Jari yang ada di pasaran umumnya menggunakan database: MS Access atau MS SQL Server.

Mengenal Mesin Absensi Amano

Mesin Absensi Amano

Memasuki abad 21, manusia dimanja dengan berbagai kemudahan berbasis teknologi yang menghemat tenaga dan waktu. Berbagai inovasi ini memang terbilang mengagumkan dan memiliki optimalisasi kerja jauh di atas cara-cara konvensional. Jika Anda seorang bos yang dipusingkan dengan sistem absen konvensional yang bisa dimanipulasi, mungkin sudah saatnya Anda beralih pada alat berbasis teknologi canggih bernama mesin absensi amino. Mesin yang bertugas sebagai absen elektronik ini berasal dari negeri sakura, Jepang.

Paling Banyak Digunakan

Berdasarkan survey, mesin absen elektronik yang paling banyak dipakai perusahaan di dunia adalah mesin absesnsi merek Amano terutama tipe Amano Electrinoc Time Recorder EX3500N. Mesin canggih ini sangat ekonomis, badan mesin kokoh serta awet dan mudah untuk digunakan. Selama ini, banyak mesin absensi yang tidak berjalan maksimal dan akhirnya tak terpakai sebab umumnya para pegawai tak tahu cara menggunakannya. Dengan mesin absesnsi amano, hal tersebut bisa ditanggulangi.

Kelebihan lain mesin absensi tipe ini adalah fitur jam quartz yang berukuran besar. Jam ini memudahkan para pegawai untuk mengontrol waktu absensi kehadiran.  Mesin canggih ini bisa dioperasikan dengan jumlah karyawan lebih  dari 100 orang. Prinsip yang dipakai mesin ini adalah dengan menggunakan fitur pembaca kartu. Mesin ini juga dilengkapi dengan komponen tambahan seperti pita berwarna merah dan biru, koneksi bell, dox matrix printing, penyimpan memori yang bisa bertahan selama 3 tahun meski tanpa power dan masih banyak lagi lainnya.

Perawatan Mesin Absensi Amano

Langkah paling awal yang harus Anda lakukan adalah mengecek kondisi mesin absensi amano. Cek juga kelengkapan seperti kartu garansi, buku panduan, cd software serta barang-barang lainnya. Langkah selanjutnya adalah dengan memperhatikan lokasi tempat mesin absensi amano hendak diletakkan. Hal ini memang sepele namun berpengaruh pada kinerja mesin tersebut. Jangan menaruh mesin absensi di tempat yang cenderung lembab dan berair. Hindari tempat yang mendapat paparan langsung sinar matahari serta paparan sinar lain seperti lampu.

Langkah lain yang harus Anda lakukan adalah memastikan mesin absensi amano jauh dari barang-barang mudah pecah serta pastikan tempat Anda menaruhnya jauh dari jangkauan anak-anak. Selain itu, rajinlah memeriksa komponen dalam mesin amano sebab debu dan partikel lain bisa mengurangi optimalisasi kerja mesin. Jika Anda tidak menguasai hal ini, hubungilah service centre mesin absensi amano.

Hal lain yang harus anda perhatikan adalah langkah rutin mengecek dan membersihkan alat sensor mesin absensi amano sebab komponen tersebut merupakan bagian yang paling banyak tersentuh. Jika terdapat banyak kotoran atau minyak pada alat sensor, akan berpengaruh pada sensitifitas membaca kartu sehingga hasil absensi tidak lagi akurat. Hal lain yang harus dicek secara berkala adalah kondisi kabel serta adaptor mesin. Pastikan aliran lisrik berjalan tanpa hambatan sehingga tak ada data absensi yang terlewatkan. Merawat jauh lebih mudah ketimbang memperbaiki, kan?

4 Cara Pembacaan Sidik Jari Yang Perlu Anda Ketahui

sidik jari

Scanning sidik jari dilakukan dengan alat elektronik (dalam hal ini mesin absensi sidik jari). Hasil scanning lalu disimpan dalam format digital pada saat registrasi atau enrollment atau pendaftaran sidik jari. Setelah itu, rekaman sidik jari tersebut diproses dan dibuatkan daftar pola fitur sidik jari yang unik. Pola fitur sidik jari yang unik tersebut kemudian disimpan dalam memory atau database. Pola sidik jari yang unik ini disebut dengan istilah minutiae. Pada saat identifikasi, pola minutiae tersebut kemudian dicocokkan dengan hasil scan sidik jari.

Alat absensi sidik jari maupun sensor sidik jari yang digunakan untuk keperluan lain seperti akses kontrol sidik jari mempunyai beberapa tehnik pembacaan sidik jari. Tehnik pembacaan sidik jari oleh mesin absensi sidik jari tersebut antara lain :

1. Optis

Dengan tehnik ini, pola sidik jari direkam atau discan dengan menggunakan cahaya. Alat perekam (fingerprint scanner) yang digunakan adalah berupa kamera digital. Tempat untuk meletakkan ujung jari disebut permukaan sentuh (scan area). Di bawah scan area, terdapat lampu atau pemancar cahaya yang menerangi permukaan ujung jari. Hasil pantulan cahaya dari ujung jari ditangkap oleh alat penerima yang selanjutnya menyimpan gambar sidik jari tersebut ke dalam memori.

Kelemahan metode ini adalah hasil scanning sangat tergantung dari kualitas sidik jari. Jika kualitas sidik jari miskin (poor) atau luka, maka kualitas hasil pembacaan akan tidak bagus. Kelemahan lain adalah tehnik ini bisa diakali dengan jari palsu. Tapi tehnik ini mempunyai keuntungan mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya yang mahal.

2.  Ultra Sonik

Tehnik ini hamper sama dengan tehnik yang digunakan dalam dunia kedokteran. Dalam tehnik ini, digunakan suara berfrekuensi sangat tinggi untuk menembus lapisan epidermal kulit. Suara frekuensi tinggi tersebut dibuat dengan menggunakan transducer piezoelectric. Setelah itu, pantulan energi tersebut ditangkap menggunakan alat yang sejenis. Pola pantulan ini dipergunakan untuk menyusun citra sidik jari yang dibaca. Dengan cara ini, tangan yang kotor tidak menjadi masalah. Demikian juga dengan permukaan scanner yang kotor tidak akan menghambat proses pembacaan.

3.  Kapasitans

Tehnik ini menggunakan cara pengukuran kapasitant untuk membentuk citra sidik jari. Scan area berfungsi sebagai lempeng kapasitor, dan kulit ujung jari berfungsi sebagai lempeng kapasitor lainnya. Karena adanya ridge (gundukan) dan valley (lembah) pada sidik jari, maka kapasitas dari kapasitor masing-masing orang akan berbeda. Kelemahan ini adalah adanya listrik statis pada tangan. Untuk menghilangkan listrik statis ini, tangan harus digrounding.

4.  Thermal

Tehnik ini menggunakan perbedaan suhu antara ridge (gundukan) dengan valley (lembah) sidik jari untuk mengetahui pola sidik jari. Cara yang dilakukan adalah dengan menggosokkan ujung jari (swap) ke scan area. Bila ujung jari hanya diletakkan saja, dalam waktu singkat, suhunya akan sama karena adanya proses keseimbangan.

Sejarah Mesin Absen Sidik Jari (Fingerprint)

mesin sidik jari

Dahulu untuk mendata kehadiran karyawan dilakukan dengan cara absen manual, seperti absen kehadiran, absen panggil sampai absen dengan memasukan kertas ke dalam mesin absen. Absen merupakan salah satu faktor penting untuk mengetahui sejauh mana sesorang rajin dalam menjalankan kewajibannya untuk mengerjakan tugas yang dibebankan dengan cara hadir dalam kegiatan baik organisasi maupun umum.

Sidik jari, dalam bahasa Inggris disebut “Fingerprint” biasanya berbentuk garis-garis horizontal dan vertical atau gabungan keduanya dan juga ada bentuk lengkungan-lengkungan. Seluruh manusia di dunia diciptakan dengan sidik jari yang berbeda satu sama lainnya. Karena itu, setiap sidik jari digunakan untuk mengidentifikasi setiap manusia.

Tak ada sidik jari yang identik di dunia ini sekalipun di antara dua saudara kembar. Dalam dunia sains pernah dikemukakan, jika ada 5 juta orang di bumi, kemungkinan munculnya dua sidik jari manusia yang sama baru akan terjadi lagi 300 tahun kemudian.

Alat ini pertama kali digunakan Federal Bureau Investigation (atau populer dengan sebutan FBI) di Amerika Serikat sekitar tahun 60-an. Sidik jari ini biasanya tertinggal di tempat kejadian perkara sebuah peristiwa kriminal. FBI kemudian menggunakannya untuk mengetahui jati diri korban atau bahkan tersangkanya. Hanya dengan memasukkan sidik jari seseorang melalui melalui teknologi komputer, pihak berwenang pun langsung mendapatkan data seputar nama, tanggal lahir dan sejarah kriminalnya. Luar biasa bukan!

Negara Indonesia meski sidik jari lebih populer untuk melacak pelaku kejahatan, alat pendeteksi sidik jari ini ternyata juga digunakan di berbagai bidang teknologi lainya seperti  mesin absensi, teknologi akses kontrol pintu, fingerprint data secure dan masih banyak pengembangan sistem lainnya. Kini, seiring bertahannya cara manual yaitu pengambilan sidik jari dengan tinta di atas kartu atau kertas, perkembangan sistem identifikasi sidik jari kian terasa. Banyak perusahaan yang kian menyadari kegunaannya. Efisiensi menjadi dasar penggunaan sistem identifikasi sidik jari di perusahaan-perusahaan. Alat ini mendorong perusahaan untuk menghemat waktu, tenaga sekaligus menjamin keamanan.

Sistem identifikasi sidik jari ini yang masuk melalui dunia sains kini telah bergeser keberadaannya. Tak hanya kepentingan dunia pengetahuan atau aparat keamanan saja yang terpenuhi dengan penggunaan alat ini, setiap perusahaan komersial pun merasakan manfaatnya. Yang paling jelas, bukti kehadiran karyawan (absensi) bisa didapat lewat alat ini. Tentu saja, hal ini sangat membantu divisi Sumber Daya Manusia untuk mengevaluasi kinerja para karyawan. Alat ini pun amat populer di antara nasabah perbankan. Dunia otomotif juga tak mau ketinggalan dalam memanfaatkan keunggulan alat ini. Mereka bisa menggunakan sidik jari untuk sistem kunci. Belum lagi, ketika ingin login untuk mengakses sistem di komputer, saat ini pun pemakaian alat tersebut semakin digandrungi. Tujuannya tidak lain tidak bukan untuk keamanan terhadap data yang telah tersimpan.

Namun dalam penggunaan sistem pengidentifikasian sidik jari ini, ada beberapa hal yang bisa mengurangi kredibilitasnnya sebagai pengakes data seseorang. Seperti, tidak bersedianya seseorang memberikan data yang akurat sesuai dengan jati dirinya. Ini bisa saja karena data orang tersebut tidak ingin diketahui oleh orang lain baik pemerintah maupun institusi lain sehingga ada pemalsuan nama dan sebagainya. Juga tak tertutup kemungkinan, orang memanipulasi alat ini untuk masuk ke data orang lain. Tentu semua itu berkaitan dengan kriminalitas, Asal kelengkapan dan keakurasian data bisa diperoleh maka alat ini pun akan menjadi sangat berguna.