Blog Archives

Hybrid Series, Absensi Multi Identifikasi Jari dan Wajah

Hybrid Series, produk unggulan terbaru Fingerspot dengan double identifikasi biometrik. Sebuah Pilihan terbaik Sistem Pengenalan Wajah dan Sidik Jari untuk Absensi dan Akses Kontrol Pintu. Kombinasi teknologi sidik jari dan deteksi wajah, di dukung chip processor bekecepatan tinggi membuat Hybrid Series memiliki performa yang tak tertandingi dengan algoritma yang canggih, presisi dan cepat.

Hybrid Series mempunyai kapasitas 700 face id, 5.000 sidik jari dan dapat mampu menampung sampai 100,000 data transaksi absensi karyawan.
Hybrid Series menggunakan pendukung sensor sidik jari dengan Optical Fingerprint Sensor tanpa Film resolusi sebesar 500 dpi ketepatan dalam verifikasi tidak diragukan lagi. Selain itu mesin ini juga support RF ID Card, Mesin kecil dengan fitur multi identifikasi.

Dengan dual camera ini tidak ada lagi kemungkinan kesalahan ferifikasi dan sulitnya penerimaan dalam berabsensi dengan catatan dalam kondisi penempatan face(wajah) yang tepat. Keditailan ferifikasi ini juga bukan berarti akan memakan waktu lama dalam transaksi absensi karena karyawan hanya butuh 0.2 sampai <=2 detik .

Navigasi operasional disajikan dengan TFT Color Touch Screen 4.3 Inch. Enam tombol fungsi sebagai jalan pintas untuk merubah Status kerja karyawan. Layar LCD Hybrid Series juga dapat menampilakan nama karyawan dan nomor id, sehingga memudahkan karyawan dalam transaksi absensi. Untuk menginput namapun kita bisa langsung memeberikan pada mesin karena mesin ini dilengkapi fitur DLST, T9 Input.

Untuk beroperasi Hybrid Series bekerja cukup dengan tegangan DC 12V dengan arus 3A. Selain itu kita tidak takut lagi apabila terjadi pemadaman listrik, karena mesin absen wajah ini sudah dilengkapi dengan internal backup baterry.

Kita dapat menempelkan mesin absensi pada diding (wall maunted) kemudian untuk memindahkan atau mendownload data absensi ke komputer menggunakan kabel serial RS 232, kabel LAN (TCP/IP) yang dapat kita sesuaikan dengan segmen class IP di kantor kita. Dengan koneksi via LAN ini kita bisa memantau secara realtime layaknya absensi online atau terhubung langsung dengan computer. Selain itu mesin ini dilengkapi dengan fitur download data via USB Flash Disk yang sangat praktis dan tidak merepotkan, Kita hanya perlu mendownload data dari mesin kedalam Flash Disk kemudian kita ekspor kedalam aplikasi absensi.

Penggunaan fitur Identifikasi biometrik ini kita bisa memilih bisa menggunakan jari tau wajah. Kita tinggal menekan tombol untuk memindah menggunakan fitur identifikasi jari.Benar-benar just klick!

Selain itu absensi ini juga dilengkapi dengan Bell Scheduler yang bisa kita atur sesuai jam kerja misalnya Bell Istirahat, Bell Pulang kerja. Luar biasa bukan!

Aplikasi absensi yang disertakan sudah memenuhi standar kebutuhan absensi di Indonesia. Aplikasi Absensi Hybrid Series sangat fleksible sesuai kebutuhan perusahaan . HRD dapat membuat lebih dari 1 Jam Kerja juga dapat menangani system kerja sift otomatis. Aplikasi ini juga dapat menangani secara otomatis keterlambatan, pulang cepat dan lembur harian maupun lembur bebas. Laporan-laporan absensi yang kita butuhkan dapat dihasilkan langsung dari aplikasi absensi seperti laporan keluar masuk karyawan sesuai jadwal, laporan pengecualian untuk izin, cuti, sakit, alpha juga dilengkapi dengan laporan kalkulasi sesuai rentan waktu yang bisa kita tentukan sendiri misalnya 1 pekan atau 1 bulan.

Minimalist design dan ergonomis dengan dilengkapi fitur yang excellent. Produk ini kami rekomendasikan untuk semua jenis bidang usaha yang membutuhkan absensi dengan kombinasi identifikasi 2 biometrik. So, jika anda memilih absensi multi identifikasi, Hybrid Series Solusi pilihan Anda!

Advertisements

Flasdisk Sidik Jari, Otentifikasi Untuk Keamanan Data

images

Seorang teman yang tampak muram saya tanya ketika dia kehilangan Flasdisknya yang menurut kita barang seperle bukanlah barang yang “wah” apalagi “wow” boleh dibilang biasa saja. Beginilah kira-kira jawabanya.

“Flasdisk hilang tak mengapa, namun isi datanya!”

Bayangkan hal ini tidak saja terjadi kepada rekan saya satu dua orang saja namun hampir setiap hari terjadi kasus ini. Kehilangan USB Flash Drive yang berisikan penuh file pribadi, informasi pribadi dan dokumen rahasia. Ini adalah kejadian sehari-hari di luar sana dan bisa karena Flasdisk Anda dicuri, Hilang atau tertinggal masih tertancap di perangkat komputer.

Inovasi Falsdisk didedikasikan Biometric Flash Drives dengan Sidik Jari difungsikan untuk perlindungan informasi secara mutlak sangat cocok untuk mahasiswa atau kalangan umum pengguna flasdisk yang membutuhkan keamanan data.

Langkah pertama kali Anda menyambungkan perangkat Flasdisk Anda, secara auto run sebuah form muncul meminta pengguna untuk mendaftar jari. Pengguna cukup memilih jari. Dalam registrasi cukup menempatkan sidik jari ke sensor yang sudah ada dalam perangkat Flashdisk. Sistem aplikasi akan menyimpan setiap template/gambar yang ditangkap dan menggabungkan mereka untuk menciptakan gambaran keseluruhan sidik jari. Pada umumnya Flashdisk Sidik Jari dapat menampung Sidik Jari yang diregistrasikan lebihdari satu jari, bisa kita isikan jari kita semua sebagai cadangan/backup atau bisa kepada orang lain yang diperbolehkan mengakses data tersebut.

Perangkat Flashdisk Sidik Jari juga memiliki perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengenkripsi file pada komputer atau flaskdisk yang gunakan. Dengan aplikasi tambahan ini pengguna dapat menyimpan file atau folder rahasia yang sudah terenkrip dimana saja tanpa takut dibaca atau digunakan orang lain. Data rahasia tersebut dapat terbaca setelah pengguna memasang perangkat Falashdisk Sidik Jari dan sudah otentifikasi sidik jari.

Beberapa contoh Fitur Flaskdisk dengan teknologi otentifikasi sidik jari:

Login otomatis untuk Windows, penguna cukup menggesek sidik jari untuk mengakses komputer.
Enkripsi / Decrypt folder, fitur aplikasi untuk mengenkripsi seluruh folder pada komputer atau falsdisk sidik jari.
Kunci screen saver, fitur aplikasi untuk memastikan bahwa hanya pengguna tertentu yang dapat membuka komputer saat meninggalkan meja untuk jangka waktu tertentu.
Enkripsi Notepad, digunakan untuk menkripsi notepad untuk memastikan hanya pengguna yang bisa membuka.

Sebuah produk yang sangat menarik, namun di Indonesia masih agak sulit di dapatkan. Namun pernah saya surving produk ini sudah mulai didistribusikan secara masal di Indonesia pertengahan tahun 2010. Untuk di Indonesia space 2 Gb saat ini harga masih dibawah tiga ratus ribu. harga yang murah dibanding harga data pribadi anda yang takbisa dibeli.

Absensi Menggunakan Mesin Sidik Jari VS RFID Pada Perusahaan Manufaktur

Pertama kali yang kami pikir sangat ideal untuk absensi adalah menggunakan sistem sidik jari, karena dengan sidik jari, karyawan tidak akan bisa ‘titip absen’. Memang ini  adalah salah satu keunggulan dari absensi sidik jari. Tapi.. dibalik keunggulan ini, ternyata terdapat beberapa kelemahan.

Satu kata untuk mengimplementasikan sistem Absensi menggunakan Mesin Sidik Jari pada perusahaan Manufaktur (bukan pada perusahaan tipe kantor), adalah: Sulit!

Kenapa?

Ada 3 alasan utama masalah yang dihadapi ketika mengimplementasikan sistem sidik jari pada perusahaan Manufaktur:

  1. Masalah kebersihan jari
  2. Masalah Gender (jenis kelamin)
  3. Waktu yang dibutuhkan untuk membaca sidik jari

Pada saat merekam jari karyawan, jari harus benar-benar dalam keadaan bersih. Kalau tidak bersih, maka sidik jari akan sulit terekam. Pengalaman kami, proses perekaman jari karyawan saja ternyata cukup sulit! Untuk proses perekaman, 1 jari harus dibaca 2x untuk verifikasi, jadi untuk 2 jari dibutuhkan 2×2=4x proses perekaman. Dalam proses pembacaan dan verifikasi, sistem seringkali gagal, sehingga harus diulang dari awal lagi. 1 karyawan bisa membutuhkan waktu 3 sampai 5 menit. Bayangkan jika harus merekam 2000 karyawan! 3×2000 menit = 6000 menit = 100 jam / 8 jam = 12.5 hari kerja!

Masalah Gender (Jenis Kelamin), juga ternyata bikin masalah juga! Aneh ya? Tapi begitulah yang kami temukan di lapangan. Ternyata perempuan lebih sulit dibaca sidik jarinya dibandingkan laki-laki. Alasan yang kami pikir cukup masuk akal, adalah karena jari perempuan lebih kecil dan lebih halus tekstur sidik jarinya, sehingga setting cahaya (contrast) harus dikurangi. Alasan lainnya adalah: dalam pekerjaannya sehari-hari, ternyata sidik jari para perempuan banyak yang cacat sehingga tidak bisa dibaca oleh mesin sidik jari.

Masalah yang ketiga adalah: Waktu yang dibutuhkan untuk membaca sidik jari. Masalah ini sangat terkait dengan point 1 dan 2. Pada saat perekaman sidik jari, jari karyawan harus dalam keadaan benar-benar bersih. Pada kenyataannya, sewaktu karyawan masuk / pulang, tangannya sudah dalam keadaan kotor; belum lagi karyawan perempuan, walaupun tangannya dalam keadaan lebih bersih, tetap saja gagal absen. Jika sudah gagal, karyawan akan berusaha mengulang kembali, karena jika tidak, mereka dianggap tidak masuk kerja. Untuk 1x baca yang normal, dibutuhkan waktu sekitar 5 detik. Dan jika gagal, maka dibutuhkan waktu sekitar 13 detik. Untuk skala perusahaan Manufaktur, waktu absen 13 detik tidak bisa ditolelir, karena antrean akan menjadi sangat panjang! Dampaknya juga bisa sangat panjang: terjadi dorong-mendorong dalam antrian, karyawan jadi malas absen, demo, bahkan terjadi pengrusakan pada mesin.

Setelah ujicoba selama 2 minggu (3 shift), kami temukan bahwa keberhasilan Absensi menggukan sidik jari hanya 30%. Jelas hasil ini tidak bisa diterima oleh perusahaan.

Pertanyaan: Bagaimana dengan mesin absen Telapak Tangan? Kami juga sudah mencobanya. Hasilnya scannernya memang lebih baik dbanding sidik jari, tapi sayangnya, waktu pembacaan lebih lama, sekitar 7 detik dalam keadaan normal. Lagipula, harganya lebih mahal.. hmm..

Mengenal Mesin Absensi Amano

Mesin Absensi Amano

Memasuki abad 21, manusia dimanja dengan berbagai kemudahan berbasis teknologi yang menghemat tenaga dan waktu. Berbagai inovasi ini memang terbilang mengagumkan dan memiliki optimalisasi kerja jauh di atas cara-cara konvensional. Jika Anda seorang bos yang dipusingkan dengan sistem absen konvensional yang bisa dimanipulasi, mungkin sudah saatnya Anda beralih pada alat berbasis teknologi canggih bernama mesin absensi amino. Mesin yang bertugas sebagai absen elektronik ini berasal dari negeri sakura, Jepang.

Paling Banyak Digunakan

Berdasarkan survey, mesin absen elektronik yang paling banyak dipakai perusahaan di dunia adalah mesin absesnsi merek Amano terutama tipe Amano Electrinoc Time Recorder EX3500N. Mesin canggih ini sangat ekonomis, badan mesin kokoh serta awet dan mudah untuk digunakan. Selama ini, banyak mesin absensi yang tidak berjalan maksimal dan akhirnya tak terpakai sebab umumnya para pegawai tak tahu cara menggunakannya. Dengan mesin absesnsi amano, hal tersebut bisa ditanggulangi.

Kelebihan lain mesin absensi tipe ini adalah fitur jam quartz yang berukuran besar. Jam ini memudahkan para pegawai untuk mengontrol waktu absensi kehadiran.  Mesin canggih ini bisa dioperasikan dengan jumlah karyawan lebih  dari 100 orang. Prinsip yang dipakai mesin ini adalah dengan menggunakan fitur pembaca kartu. Mesin ini juga dilengkapi dengan komponen tambahan seperti pita berwarna merah dan biru, koneksi bell, dox matrix printing, penyimpan memori yang bisa bertahan selama 3 tahun meski tanpa power dan masih banyak lagi lainnya.

Perawatan Mesin Absensi Amano

Langkah paling awal yang harus Anda lakukan adalah mengecek kondisi mesin absensi amano. Cek juga kelengkapan seperti kartu garansi, buku panduan, cd software serta barang-barang lainnya. Langkah selanjutnya adalah dengan memperhatikan lokasi tempat mesin absensi amano hendak diletakkan. Hal ini memang sepele namun berpengaruh pada kinerja mesin tersebut. Jangan menaruh mesin absensi di tempat yang cenderung lembab dan berair. Hindari tempat yang mendapat paparan langsung sinar matahari serta paparan sinar lain seperti lampu.

Langkah lain yang harus Anda lakukan adalah memastikan mesin absensi amano jauh dari barang-barang mudah pecah serta pastikan tempat Anda menaruhnya jauh dari jangkauan anak-anak. Selain itu, rajinlah memeriksa komponen dalam mesin amano sebab debu dan partikel lain bisa mengurangi optimalisasi kerja mesin. Jika Anda tidak menguasai hal ini, hubungilah service centre mesin absensi amano.

Hal lain yang harus anda perhatikan adalah langkah rutin mengecek dan membersihkan alat sensor mesin absensi amano sebab komponen tersebut merupakan bagian yang paling banyak tersentuh. Jika terdapat banyak kotoran atau minyak pada alat sensor, akan berpengaruh pada sensitifitas membaca kartu sehingga hasil absensi tidak lagi akurat. Hal lain yang harus dicek secara berkala adalah kondisi kabel serta adaptor mesin. Pastikan aliran lisrik berjalan tanpa hambatan sehingga tak ada data absensi yang terlewatkan. Merawat jauh lebih mudah ketimbang memperbaiki, kan?

4 Cara Pembacaan Sidik Jari Yang Perlu Anda Ketahui

sidik jari

Scanning sidik jari dilakukan dengan alat elektronik (dalam hal ini mesin absensi sidik jari). Hasil scanning lalu disimpan dalam format digital pada saat registrasi atau enrollment atau pendaftaran sidik jari. Setelah itu, rekaman sidik jari tersebut diproses dan dibuatkan daftar pola fitur sidik jari yang unik. Pola fitur sidik jari yang unik tersebut kemudian disimpan dalam memory atau database. Pola sidik jari yang unik ini disebut dengan istilah minutiae. Pada saat identifikasi, pola minutiae tersebut kemudian dicocokkan dengan hasil scan sidik jari.

Alat absensi sidik jari maupun sensor sidik jari yang digunakan untuk keperluan lain seperti akses kontrol sidik jari mempunyai beberapa tehnik pembacaan sidik jari. Tehnik pembacaan sidik jari oleh mesin absensi sidik jari tersebut antara lain :

1. Optis

Dengan tehnik ini, pola sidik jari direkam atau discan dengan menggunakan cahaya. Alat perekam (fingerprint scanner) yang digunakan adalah berupa kamera digital. Tempat untuk meletakkan ujung jari disebut permukaan sentuh (scan area). Di bawah scan area, terdapat lampu atau pemancar cahaya yang menerangi permukaan ujung jari. Hasil pantulan cahaya dari ujung jari ditangkap oleh alat penerima yang selanjutnya menyimpan gambar sidik jari tersebut ke dalam memori.

Kelemahan metode ini adalah hasil scanning sangat tergantung dari kualitas sidik jari. Jika kualitas sidik jari miskin (poor) atau luka, maka kualitas hasil pembacaan akan tidak bagus. Kelemahan lain adalah tehnik ini bisa diakali dengan jari palsu. Tapi tehnik ini mempunyai keuntungan mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya yang mahal.

2.  Ultra Sonik

Tehnik ini hamper sama dengan tehnik yang digunakan dalam dunia kedokteran. Dalam tehnik ini, digunakan suara berfrekuensi sangat tinggi untuk menembus lapisan epidermal kulit. Suara frekuensi tinggi tersebut dibuat dengan menggunakan transducer piezoelectric. Setelah itu, pantulan energi tersebut ditangkap menggunakan alat yang sejenis. Pola pantulan ini dipergunakan untuk menyusun citra sidik jari yang dibaca. Dengan cara ini, tangan yang kotor tidak menjadi masalah. Demikian juga dengan permukaan scanner yang kotor tidak akan menghambat proses pembacaan.

3.  Kapasitans

Tehnik ini menggunakan cara pengukuran kapasitant untuk membentuk citra sidik jari. Scan area berfungsi sebagai lempeng kapasitor, dan kulit ujung jari berfungsi sebagai lempeng kapasitor lainnya. Karena adanya ridge (gundukan) dan valley (lembah) pada sidik jari, maka kapasitas dari kapasitor masing-masing orang akan berbeda. Kelemahan ini adalah adanya listrik statis pada tangan. Untuk menghilangkan listrik statis ini, tangan harus digrounding.

4.  Thermal

Tehnik ini menggunakan perbedaan suhu antara ridge (gundukan) dengan valley (lembah) sidik jari untuk mengetahui pola sidik jari. Cara yang dilakukan adalah dengan menggosokkan ujung jari (swap) ke scan area. Bila ujung jari hanya diletakkan saja, dalam waktu singkat, suhunya akan sama karena adanya proses keseimbangan.

Sejarah Mesin Absen Sidik Jari (Fingerprint)

mesin sidik jari

Dahulu untuk mendata kehadiran karyawan dilakukan dengan cara absen manual, seperti absen kehadiran, absen panggil sampai absen dengan memasukan kertas ke dalam mesin absen. Absen merupakan salah satu faktor penting untuk mengetahui sejauh mana sesorang rajin dalam menjalankan kewajibannya untuk mengerjakan tugas yang dibebankan dengan cara hadir dalam kegiatan baik organisasi maupun umum.

Sidik jari, dalam bahasa Inggris disebut “Fingerprint” biasanya berbentuk garis-garis horizontal dan vertical atau gabungan keduanya dan juga ada bentuk lengkungan-lengkungan. Seluruh manusia di dunia diciptakan dengan sidik jari yang berbeda satu sama lainnya. Karena itu, setiap sidik jari digunakan untuk mengidentifikasi setiap manusia.

Tak ada sidik jari yang identik di dunia ini sekalipun di antara dua saudara kembar. Dalam dunia sains pernah dikemukakan, jika ada 5 juta orang di bumi, kemungkinan munculnya dua sidik jari manusia yang sama baru akan terjadi lagi 300 tahun kemudian.

Alat ini pertama kali digunakan Federal Bureau Investigation (atau populer dengan sebutan FBI) di Amerika Serikat sekitar tahun 60-an. Sidik jari ini biasanya tertinggal di tempat kejadian perkara sebuah peristiwa kriminal. FBI kemudian menggunakannya untuk mengetahui jati diri korban atau bahkan tersangkanya. Hanya dengan memasukkan sidik jari seseorang melalui melalui teknologi komputer, pihak berwenang pun langsung mendapatkan data seputar nama, tanggal lahir dan sejarah kriminalnya. Luar biasa bukan!

Negara Indonesia meski sidik jari lebih populer untuk melacak pelaku kejahatan, alat pendeteksi sidik jari ini ternyata juga digunakan di berbagai bidang teknologi lainya seperti  mesin absensi, teknologi akses kontrol pintu, fingerprint data secure dan masih banyak pengembangan sistem lainnya. Kini, seiring bertahannya cara manual yaitu pengambilan sidik jari dengan tinta di atas kartu atau kertas, perkembangan sistem identifikasi sidik jari kian terasa. Banyak perusahaan yang kian menyadari kegunaannya. Efisiensi menjadi dasar penggunaan sistem identifikasi sidik jari di perusahaan-perusahaan. Alat ini mendorong perusahaan untuk menghemat waktu, tenaga sekaligus menjamin keamanan.

Sistem identifikasi sidik jari ini yang masuk melalui dunia sains kini telah bergeser keberadaannya. Tak hanya kepentingan dunia pengetahuan atau aparat keamanan saja yang terpenuhi dengan penggunaan alat ini, setiap perusahaan komersial pun merasakan manfaatnya. Yang paling jelas, bukti kehadiran karyawan (absensi) bisa didapat lewat alat ini. Tentu saja, hal ini sangat membantu divisi Sumber Daya Manusia untuk mengevaluasi kinerja para karyawan. Alat ini pun amat populer di antara nasabah perbankan. Dunia otomotif juga tak mau ketinggalan dalam memanfaatkan keunggulan alat ini. Mereka bisa menggunakan sidik jari untuk sistem kunci. Belum lagi, ketika ingin login untuk mengakses sistem di komputer, saat ini pun pemakaian alat tersebut semakin digandrungi. Tujuannya tidak lain tidak bukan untuk keamanan terhadap data yang telah tersimpan.

Namun dalam penggunaan sistem pengidentifikasian sidik jari ini, ada beberapa hal yang bisa mengurangi kredibilitasnnya sebagai pengakes data seseorang. Seperti, tidak bersedianya seseorang memberikan data yang akurat sesuai dengan jati dirinya. Ini bisa saja karena data orang tersebut tidak ingin diketahui oleh orang lain baik pemerintah maupun institusi lain sehingga ada pemalsuan nama dan sebagainya. Juga tak tertutup kemungkinan, orang memanipulasi alat ini untuk masuk ke data orang lain. Tentu semua itu berkaitan dengan kriminalitas, Asal kelengkapan dan keakurasian data bisa diperoleh maka alat ini pun akan menjadi sangat berguna.